Pencarian 18 Korban KM Nurul Salsa Diperluas ke Jalur Hanyut Perairan Selayar
By Admin
Tim Basarnas
nusakini.com, Selayar — Tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran udara dan laut untuk mencari 18 penumpang Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang masih dinyatakan hilang. Operasi kemanusiaan ini telah memasuki hari keenam pada Senin (20/7/2026), pascatenggelamnya kapal tersebut di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa berdasarkan proses verifikasi data termutakhir, kapal tersebut total mengangkut 78 orang saat bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng. Dari keseluruhan manifes tersebut, sebanyak 59 individu dipastikan selamat, satu orang dikonfirmasi meninggal dunia, dan 18 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian intensif.
"Target utama kami saat ini adalah mengoptimalkan pencarian terhadap 18 orang yang belum ditemukan," ujar Andi Sultan saat memberikan keterangan kepada pers, Senin (20/7/2026).
Operasi pada awal pekan ini melibatkan ratusan personel lintas instansi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga kelompok relawan dan nelayan lokal. Armada yang dikerahkan mencakup kapal penyelamat milik Basarnas, alutsista TNI AL, kapal patroli Polairud, serta pesawat pemantau udara guna menyisir titik tenggelam hingga area yang diprediksi menjadi jalur hanyut korban akibat arus laut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari otoritas terkait, KM Nurul Salsa diduga kuat mengalami kendala mekanis pada mesin penggerak saat berada di perairan barat Pulau Polassi pada Rabu (15/7/2026). Dalam kondisi mati mesin tersebut, kapal diduga dihantam oleh gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam ke dasar laut.
Sebelumnya, mukjizat dialami dua penumpang bernama Nurmiati (46) dan Jasmal (24). Keduanya berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas pada hari kelima pencarian setelah mengapung berhari-hari menggunakan bantuan sterofom dan rompi penyelamat. Saat ini, keduanya masih mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis Pulau Jampea. Tim SAR menegaskan operasi akan terus berjalan sesuai prosedur untuk menyisir seluruh area potensial.